Oborkaltim.com – Anggota DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, meminta Dinas Pendidikan setempat untuk meningkatkan pengawasan terhadap pengisian data sekolah di sistem Dapodik.
Ismail menyebut bahwa lemahnya pengawasan menjadi celah bagi terjadinya manipulasi data yang berdampak langsung pada kebijakan pendidikan di daerah.
“Dinas Pendidikan harus melakukan verifikasi rutin dan audit mendadak, terutama di sekolah-sekolah pinggiran,” tegasnya.
Ia juga menyoroti peran operator sekolah dalam proses input data. Menurutnya, operator sering kali bekerja di bawah tekanan untuk menyajikan data yang ‘baik’ semata, tanpa mencerminkan kondisi nyata.
“Bukan kepala sekolah yang isi data, tapi operator. Kalau mereka tidak dibekali kemampuan yang cukup atau ditekan untuk membuat laporan bagus, maka potensi manipulasi sangat besar,” jelas Ismail.
Sebagai langkah preventif, ia mendorong agar operator sekolah mendapatkan pelatihan dan pendampingan teknis secara berkala.
“Akreditasi memang penting. Tapi data yang jujur dan akurat jauh lebih krusial, karena menjadi dasar dalam mewujudkan pemerataan pendidikan yang berkeadilan,” pungkasnya.
















