Oborkaltim.com – Selain memperhatikan efektivitas program Makanan Bergizi Gratis (MBG), DPRD Samarinda juga menyoroti aspek lingkungan yang harus diperhatikan dalam implementasinya.
Salah satu perhatian utama adalah penggunaan kemasan makanan yang lebih ramah lingkungan agar program ini tidak justru menjadi sumber limbah plastik yang merusak ekosistem.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahroni Pasie, mengingatkan bahwa program MBG harus mempertimbangkan dampak lingkungan jangka panjang.
“Jangan sampai kemasan yang digunakan dalam program ini justru menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan,” ujar Novan, Jumat (31/01/2025).
DPRD Samarinda telah mengadakan rapat dengar pendapat (hearing) untuk membahas mekanisme program ini, termasuk bagaimana memastikan penggunaan kemasan makanan yang lebih berkelanjutan.
Pihaknya juga mendorong Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk berkoordinasi dalam mencari alternatif kemasan yang tidak menimbulkan limbah berlebih.
Selain itu, DPRD juga mendorong pelaksanaan sosialisasi kepada penyedia makanan dan masyarakat mengenai pentingnya menggunakan kemasan yang dapat didaur ulang.
“Standar keberlanjutan juga harus diperhatikan secara serius,” ungkapnya.
Lebih lanjut, dengan adanya perhatian terhadap standar keberlanjutan, diharapkan program MBG tidak hanya memberikan manfaat gizi bagi masyarakat tetapi juga tidak merusak lingkungan dalam proses distribusinya.
















