Berita  

LPG Langka, DPRD Samarinda Duga Panic Buying dan Penimbunan Perparah Situasi

banner 120x600
banner 468x60

Oborkaltim.com – Kelangkaan LPG 3 kg di Samarinda semakin parah setelah larangan penjualan oleh pengecer dicabut. Masyarakat yang sebelumnya kesulitan mendapatkan gas melon kini justru berbondong-bondong membeli dalam jumlah besar karena takut kehabisan.

Sekretaris Komisi II DPRD Samarinda, Rusdi Doviyanto, menyebut panic buying menjadi salah satu faktor yang memperburuk situasi karena masyarakat yang khawatir mengalami kelangkaan mulai menyetok gas dalam jumlah besar, yang akhirnya mengganggu distribusi normal.

banner 325x300

Selain itu, penimbunan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab juga menjadi penyebab utama kelangkaan. Hal ini membuat harga gas melon melonjak drastis hingga Rp50 ribu per tabung, jauh di atas harga eceran tertinggi (HET).

“Selama harga masih tidak seimbang, selalu ada pihak yang memanfaatkan situasi ini. Banyak yang mengambil jatah masyarakat kurang mampu, menyebabkan gas langka dan harganya semakin mahal,” ujar Rusdi.

Lebih lanjut, untuk mengatasi masalah tersebut, DPRD Samarinda meminta agar pemerintah daerah dan Pertamina memperketat pengawasan distribusi LPG 3 kg.

Selain itu, ia berharap ada sanksi tegas bagi oknum yang terbukti melakukan penimbunan agar pasokan gas kembali stabil di pasar

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *