Oborkaltim.com – Stadion Segiri Samarinda, kini telah bertransformasi dengan wajah barunya. Setelah melalui proses renovasi oleh Pemerintah Pusat pada tahun 2023-2024 dan menghabiskan anggaran Rp81 miliar.
Markas Borneo FC itu kini telah memiliki lapangan dengan standar FIFA, menggunakan kursi single seat dan memiliki kapasitas yang lebih banyak mencapai 12.000 orang. Dengan fasilitas penunjang lain yang juga telah diperbarui.
Pemanfaatan Stadion Segiri tersebut sebetulnya sudah bisa digunakan pada Januari lalu. Namun sempat berpolemik masalah administrasi dan status kepemilikan aset, antara Pemkot Samarinda dan Pemprov Kaltim.
Setelah diskusi panjang, pengelolaan Stadion Segiri akhirnya diserahkan pada Pemkot Samarinda. Termasuk pemeliharaan dan perbaikan kedepannya seiring dengan pemakaian lapangan itu untuk bertanding sepak bola.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda Abdul Rohim melihat pengelolaan oleh Pemkot Samarinda itu cukup menjadi peluang penambahan pemasukan kepada Kas Daerah. Sehingga dapat menambah APBD.
Namun, Abdul Rohim mengingatkan agar operasional stadion, perbaikan, dan juga perawatan, tidak menjadi beban bagi keuangan daerah. Keduanya harus seimbang dalam pengelolaan.
Ia mendorong Pemkot Samarinda agar dapat menjalankan pengelolaan Stadion Segiri secara professional. Sehingga manfaat fasilitas olahraga itu dapat dirasakan secara optimal. Pihaknya juga akan ikut mengawasi.
“Kalau tidak dikelola dengan benar, biaya perawatannya bisa lebih besar dari pemasukan, dan ini yang harus diantisipasi sejak awal,” kata Abdul Rohim.
“Manfaatnya tidak hanya untuk olahraga, namun juga ekonomi masyarakat. Kita berharap fasilitas ini bisa dimanfaatkan secara optimal, baik dari segi sarana maupun pengembangan atlet lokal,” pungkasnya.
















