Oborkaltim.com – Tingkat peredaran narkoba di Kalimantan Timur kini berada pada level yang mengkhawatirkan, dan Kota Samarinda tercatat sebagai wilayah dengan kasus tertinggi. Ironisnya, ancaman tersebut tidak hanya menyasar kalangan dewasa, tetapi juga mulai menjerat para remaja. Situasi ini menimbulkan kecemasan akan masa depan generasi muda di daerah tersebut.
Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Markaca, menilai persoalan narkoba tidak bisa hanya diserahkan kepada aparat penegak hukum. Ia menegaskan bahwa keluarga memiliki peran yang sangat penting sebagai benteng pertama dalam mencegah anak-anak terjerumus ke penyalahgunaan narkoba.
“Orang tua harus dekat dengan anak-anak mereka, bukan hanya mengawasi dari jauh. Luangkan waktu untuk mendengar keluh kesah, bahkan ikut berinteraksi di media sosial mereka. Itu cara sederhana untuk memahami pergaulan anak-anak,” ujar Markaca saat ditemui di Gedung DPRD Samarinda, Selasa (30/9/2025).
Menurutnya, remaja cenderung lebih mudah terpengaruh oleh lingkaran pertemanan dibandingkan nasihat keluarga. Begitu masuk dalam dunia penyalahgunaan narkoba, untuk keluar biasanya sangat sulit. Oleh karena itu, edukasi dan pembinaan sejak usia dini harus dilakukan secara berkelanjutan.
Legislator dari Partai Gerindra itu juga menyoroti perlunya kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar untuk menciptakan sistem pencegahan yang efektif. Ia menegaskan bahwa pemberantasan narkoba bukan sekadar tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
















