Angka Kekerasan Anak di Kaltim Tembus 400 Kasus, Puji Soroti Lemahnya Perlindungan Pemerintah

banner 120x600
banner 468x60

Oborkaltitm.com – Kasus kekerasan terhadap anak di Kalimantan Timur kembali menjadi sorotan publik. Berdasarkan data hingga Juli 2025, tercatat lebih dari 400 anak menjadi korban kekerasan, baik di lingkungan keluarga maupun sosial. Lonjakan ini menunjukkan bahwa upaya perlindungan anak di daerah masih belum berjalan optimal.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, menilai angka tersebut sebagai tanda kegagalan pemerintah dalam memberikan perlindungan yang nyata. Ia menyebut bahwa selama ini program perlindungan anak hanya tampak kuat dalam wacana, namun lemah dalam pelaksanaan di lapangan.

banner 325x300

โ€œKalau per Juli sudah lebih dari 400 anak mengalami kekerasan, artinya program perlindungan anak kita tidak berjalan maksimal. Pemerintah tidak bisa hanya sibuk membuat regulasi tanpa memastikan implementasi nyata di lapangan,โ€ tegas Puji di Samarinda, Kamis (2/10/2025).

Puji juga menilai, lemahnya sistem pencegahan menjadi penyebab utama kasus serupa terus berulang. Ia menyoroti bahwa peran keluarga dan sekolah yang seharusnya menjadi benteng pertama belum mendapatkan dukungan yang cukup dari pemerintah.

Menurutnya, tanpa adanya dukungan yang kuat terhadap dua pilar utama tersebut, kasus kekerasan anak akan terus berulang dari tahun ke tahun. Ia pun meminta agar pemerintah tidak hanya berhenti pada penyusunan kebijakan, tetapi juga memastikan kebijakan itu benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *