Oborkaltim.com – Intensitas hujan yang semakin meningkat di Kota Samarinda dalam beberapa hari terakhir telah menimbulkan bencana banjir di sejumlah titik. Misalnya saja Desa Budaya Pampang, Jalan Antasari, Sempaja, dan Bengkuring.
Sementara itu, sejak 3 tahun terakhir, Pemkot Samarinda dalam masa kepemimpinan Wali Kota Samarinda Andi Harun, terus berupaya melakukan berbagai hal untuk pengendalian banjir. Seperti memperbaiki saluran drainase.
Selain itu, Pemkot Samarinda juga aktif dalam upaya normalisasi Sungai Karang Mumus (SKM) dan pembangunan kolam retensi sebagai tempat penampungan air hujan sementara. Sehingga tak membuat banjir.
Menurut Anggota DPRD Samarinda Abdul Rohim, dengan banjir yang masih merendam Kota Samarinda belakangan ini menandakan upaya Pemkot Samarinda masih belum maksimal. Hanya sebagai jangka pendek.
Ia mendorong adanya pendekatan lingkungan sebagai langkah strategis untuk mengatasi faktor dan penyebab utama banjir di Samarinda. Bukan hanya dampaknya saja. Rencana jangka panjang harus dilakukan.
Abdul Rohim ingin Pemkot Samarinda memperbanyak dan menjaga Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Tepian yang semakin padat ini. Menurutnya, air harus memiliki tempat untuk kembali agar tak jadi banjir.
“Pembangunan kolam retensi dapat jadi solusi jangka pendek hingga menengah, tapi masih kurang untuk jangka panjang,” katanya Kamis (30/01/2025).
“Langkah seperti memperbanyak RTH, lalu melindungi rawa-rawa, dan mencegah penimbunan harus dilakukan lebih ketat. Termasuk membuat lubang-lubang biopori sebagai upaya ekologis yang berkelanjutan,” tambahnya.
Legislator Samarinda itu menilai, hilangnya daerah resapan membuat air tidak memiliki tempat untuk kembali. Sehingga kemudian membanjiri kawasan pemukiman. Hal itu harus menjadi perhatian.
Kata Abdul Rohim, kolam retensi dapat bekerja efektif selama 10 tahun. Namun jika tanpa pengelolaan daerah resapan air, kolam retensi menjadi hal yang tidak efektif di kemudian hari.
“Pemkot harus berpikir lebih matang dan strategis dalam menghadapi masalah banjir yang bertahun-tahun itu,” pungkasnya.
















