Oborkaltim.com – Program Probebaya yang digagas Wali Kota Samarinda Andi Harun telah berjalan selama periode kepemimpinannya 2021-2024. Program ini berfokus pada pembangunan infrastruktur di tingkat RT dengan alokasi anggaran Rp100-300 juta per RT. Hasilnya, berbagai proyek sederhana seperti perbaikan jalan, pembangunan gapura, serta bantuan sosial telah terealisasi.
Dengan rencana kelanjutan program ini di periode 2025-2030 di bawah kepemimpinan Andi Harun dan wakilnya, Saefuddin Zuhri, muncul dorongan untuk melakukan evaluasi. Wakil Ketua DPRD Samarinda, Ahmad Vananzda, menilai bahwa meskipun program ini membawa manfaat bagi masyarakat, masih ada beberapa kendala yang perlu diperbaiki.
“Mungkin sedikit bermasalah di masyarakat, misalnya mungkin pada saat sosialisasinya di masyarakat, RT kurang koordinasi dengan masyarakat. Ada laporan bahwa masyarakat tidak terlalu terlibat dan lainnya,” ujar Ahmad Rabu, 19 Februari 2025.
Ia menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh harus dilakukan sebelum program kembali dijalankan agar tidak menemui hambatan serupa di masa mendatang. Sosialisasi yang lebih efektif dinilai penting untuk menyamakan persepsi masyarakat mengenai program ini.
“Supaya nanti masyarakat kita ini jangan sampai berpikirnya kayaknya ini hanya pekerjaan yang dibuat-buat hanya yang mungkin ada orang-orang tertentu yang diuntungkan,” tambahnya.
Pemerintah kota juga diharapkan menyusun strategi agar masyarakat lebih aktif berpartisipasi, baik secara teknis maupun dalam memberikan masukan terhadap proyek yang akan dikerjakan. Ahmad menekankan pentingnya memasukkan aspirasi masyarakat melalui hasil reses DPRD agar dana Probebaya dapat digunakan sesuai kebutuhan mereka.
“Jadi melihat lagi kebutuhan masyarakat kita ya,” pungkasnya.
















