Oborkaltim.com – Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, menyoroti pentingnya pengawasan dalam pelaksanaan program Koperasi Merah Putih yang digulirkan pemerintah pusat. Ia mengingatkan bahwa banyak koperasi sebelumnya terbentuk hanya di atas kertas dan tak beroperasi secara aktif.
“Karena koperasi ini diarahkan untuk menjalankan usaha-usaha seperti klinik dan farmasi, tentu perlu perhitungan yang matang dari sisi permodalan,” tambahnya.
Data yang diterima Komisi II menunjukkan bahwa dari ribuan koperasi yang terdaftar di Samarinda, hanya sekitar 300 yang benar-benar aktif. Iswandi menganggap hal ini sebagai peringatan agar koperasi baru tidak mengalami nasib serupa.
“Jangan sampai hanya menjadi kegiatan seremonial tanpa kelanjutan,” tegasnya.
Ia berharap keberadaan koperasi tersebut menjadi momentum untuk membangkitkan kembali semangat berkoperasi di masyarakat. Menurutnya, jika dikelola dengan serius dan mendapat dukungan dari semua pihak, koperasi dapat menjadi solusi bagi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Iswandi berharap, pemerintah kota bersama masyarakat dapat bersinergi dalam menyukseskan Koperasi Merah Putih ini. Jika dikelola dengan baik, menurutnya program ini mampu menghadirkan solusi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
















