Oborkaltim.com – Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Joha Fajal, memberikan sorotan terhadap berbagai proyek pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Samarinda.
Ia mengungkapkan bahwa meskipun pembangunan terus berlangsung, hal tersebut belum mampu mengurangi tingkat pengangguran di kota ini secara signifikan.
Joha menjelaskan bahwa meskipun sejumlah proyek besar telah dilaksanakan, tenaga kerja lokal belum banyak terserap.
Dampaknya, tingkat pengangguran di Samarinda tetap tinggi dan permasalahan tersebut belum dapat diatasi dengan baik.
“Beberapa proyek seperti pembangunan Teras Samarinda, terowongan, dan renovasi Stadion Segiri, nyatanya belum mampu memberikan kontribusi yang berarti dalam menurunkan angka pengangguran di Samarinda,” ungkap Joha, Jumat (31/01/2025).
Selain itu, ia juga mengkritisi pelaksanaan program Pro Bebaya. Sebagai contoh, di salah satu kelurahan di Samarinda Utara, hanya satu jenis kegiatan yang dapat diajukan karena keterbatasan anggaran yang tersedia.
“Pada saat ini, setiap kelurahan hanya diizinkan untuk mengusulkan satu jenis kegiatan fisik, satu program di sektor ekonomi, dan satu kegiatan di sektor budaya,” jelas Joha.
Ia menduga bahwa keterbatasan anggaran ini disebabkan oleh penyerapan dana yang lebih banyak dialokasikan untuk proyek-proyek berskala besar seperti terowongan, Teras Samarinda, dan Stadion Segiri.
“Dalam musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang), kebutuhan masyarakat sudah dibatasi sejak awal akibat anggaran yang terbatas,” tambahnya.
Sebagai anggota DPRD dari Partai NasDem, Joha berharap agar berbagai masukan dari DPRD dan instansi terkait dapat dijadikan bahan evaluasi bagi pemerintah.
Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan infrastruktur besar dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat yang lebih mendesak.
“Pemerintah seharusnya tidak hanya fokus pada proyek-proyek besar, tetapi juga memastikan bahwa kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” tutupnya.
















