Oborkaltim.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan pagi ini, dengan kenaikan sebesar 16,91 poin atau 0,24 persen, mencapai level 7.180,11.
Di sisi lain, Indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan juga mengalami penguatan, bertambah 2,28 poin atau 0,27 persen, menuju angka 839,49.
Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas mencatatkan bahwa meskipun IHSG mencatatkan kenaikan, ada kabar terkait inflasi yang patut dicermati.
Berdasarkan data yang dirilis, Indeks Harga Konsumen (IHK) Indonesia mengalami inflasi tahunan (year-on-year) sebesar 1,57 persen pada 2024, yang merupakan inflasi terendah yang tercatat dalam sejarah.
Pemerintah Indonesia juga mengumumkan kebijakan baru terkait Pajak Pertambahan Nilai (PPN), yang hanya akan dikenakan pada barang-barang mewah.
Barang-barang kebutuhan sehari-hari tidak akan terpengaruh oleh kenaikan tarif PPN ini.
Sementara itu, sektor manufaktur Indonesia menunjukkan perbaikan.
Data terbaru dari Purchasing Managers’ Index (PMI) Indonesia yang dipublikasikan oleh S&P Global menunjukkan angka 51,2 pada Desember 2024,
kembali memasuki fase ekspansif setelah lima bulan berturut-turut mengalami kontraksi.Ini juga menjadi angka PMI tertinggi dalam tujuh bulan terakhir.
Namun, meski ada sejumlah kabar positif, aktivitas perdagangan pekan ini terbilang singkat karena adanya libur.Dengan demikian, data ekonomi yang dirilis relatif terbatas.
Laporan yang dipublikasikan pada Kamis (2/1) menunjukkan penurunan jumlah klaim pengangguran, baik untuk klaim baru maupun lanjutan, dibandingkan dengan pekan sebelumnya.
Di bursa Eropa, sesi perdagangan pertama tahun 2025 diawali dengan kinerja positif, terutama didorong oleh sektor energi yang solid.
Sementara itu, Wall Street di AS mengalami penurunan pada Kamis (3/1), memperpanjang tren negatif dari akhir tahun 2024.
Pasar saham AS berada dalam tekanan, terburuk dalam lima hari berturut-turut, dengan aksi jual yang dipicu oleh berbagai ketidakpastian, termasuk penembakan di New Orleans yang memperburuk sentimen investor.
Indeks Dow Jones Industrial Average tercatat turun 151,95 poin atau 0,36 persen, menutup sesi di level 42.392,27.
Indeks S&P 500 turun 0,22 persen ke posisi 5.868,55, sementara Nasdaq Composite juga melemah 0,16 persen menjadi 19.280,79.
Di pasar saham Asia, perdagangan pagi ini tercatat beragam. Indeks Nikkei Jepang turun 386,62 poin atau 0,00 persen ke level 39.894,54.
Indeks Shanghai China juga mengalami penurunan sebesar 11,64 poin atau 0,36 persen, berada di level 3.250,92.
Indeks Kuala Lumpur melemah tipis 0,68 poin atau 0,04 persen ke 1.632,19, sementara Indeks Straits Times Singapura tercatat naik 1,76 poin atau 0,05 persen ke angka 3.802,57.
















