Berita  

Tempias Hujan Masuk Kios Lantai Enam, Desain Pasar Pagi Samarinda Dievaluasi

Tempias Hujan Masuk Kios Lantai Enam, Desain Pasar Pagi Samarinda Dievaluasi
banner 120x600
banner 468x60

Oborkaltim.com – Bangunan baru Pasar Pagi Samarinda di Jalan Gajah Mada yang belum lama rampung kini menjadi sorotan. Meski belum beroperasi penuh, sejumlah pedagang, khususnya calon penghuni kios di lantai enam, mulai mengeluhkan kondisi bangunan yang dinilai belum sepenuhnya siap.

Keluhan muncul setelah hujan deras disertai angin kencang mengguyur Kota Samarinda pada Sabtu (3/1/2026). Tempias air hujan dilaporkan masuk ke area kios lantai enam di sisi kanan gedung pasar yang memiliki nilai pembangunan lebih dari Rp400 miliar tersebut.

banner 325x300

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda, Desy Damayanti, mengakui bahwa dalam perencanaan awal, desain bangunan belum memperhitungkan dampak cuaca ekstrem, khususnya hujan dengan hembusan angin kencang.

“Secara struktur, kami tidak menghitung kondisi ketika hujan disertai angin besar,” ujar Desy saat ditemui di Gedung DPRD Samarinda, Jalan Basuki Rahmat, Senin (5/1/2026).

Ia menjelaskan, sisi kanan gedung Pasar Pagi yang menghadap ke Jalan Pandai merupakan area terbuka tanpa bangunan penghalang di sekitarnya. Kondisi tersebut membuat angin bebas mendorong air hujan hingga masuk ke dalam bangunan.

Sebaliknya, pada sisi kiri gedung, keberadaan bangunan lain di sekitarnya berfungsi sebagai penahan angin, sehingga tidak mengalami masalah serupa.

“Ini memang tidak direncanakan dari awal. Ketika angin kencang datang dari sisi kanan, tempias pasti terjadi. Ini akan menjadi bahan evaluasi kami bersama tim teknis,” jelasnya.

Sebagai solusi awal, Pemkot Samarinda mempertimbangkan pemasangan kanopi atau atap tambahan. Namun, Desy menegaskan bahwa rencana tersebut harus dikaji secara menyeluruh, termasuk mempertimbangkan nilai estetika bangunan, mengingat Pasar Pagi dirancang sebagai salah satu ikon baru Kota Samarinda.

“Jika kanopi hanya dipasang di satu sisi, secara visual bangunan akan terlihat tidak simetris. Kami akan menyampaikan hal ini kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Wali Kota Samarinda, Andi Harun. Jika secara estetika dinilai layak, kemungkinan bisa dilakukan,” katanya.

Desy juga menyebutkan pemasangan kanopi tidak memungkinkan dilakukan secara berimbang di kedua sisi gedung. Pasalnya, jika dipasang di sisi kiri, dikhawatirkan limpasan air justru akan mengganggu bangunan milik warga yang berada di sekitar pasar.

“Selain itu, pemasangan kanopi juga berpotensi mengurangi pencahayaan alami ke dalam gedung,” tegasnya.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, Pemkot Samarinda menilai diperlukan perencanaan yang matang untuk menemukan solusi paling tepat dalam mengatasi permasalahan tempias air hujan di Pasar Pagi Samarinda.

“Kami akan membahasnya kembali secara menyeluruh. Banyak aspek yang harus dipertimbangkan dengan matang,” pungkas Desy Damayanti.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *