Oborkaltim.com – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Samarinda melalui Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM) bergerak cepat mengevakuasi tongkang bermuatan batu bara yang menabrak pilar Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu), Minggu (dini hari).
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan struktur jembatan sekaligus memastikan keamanan alur pelayaran di Sungai Mahakam.
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 01.17 WITA. Begitu menerima laporan, SPJM langsung berkoordinasi dengan sejumlah pihak dan mengerahkan dukungan operasional, termasuk armada kapal tunda, guna menangani kondisi darurat di perairan.
“Begitu informasi diterima, kami segera melakukan koordinasi dan menurunkan dukungan operasional yang dibutuhkan demi keselamatan jembatan dan pengguna alur pelayaran,” ujar Sekretaris Perusahaan SPJM, Tubagus Patrick, di Samarinda, Minggu.
Menurutnya, pengerahan kapal tunda merupakan bagian dari prosedur standar kesiapsiagaan perusahaan dalam menghadapi situasi darurat. Proses evakuasi tongkang dilaporkan rampung pada pukul 03.50 WITA.
Langkah cepat tersebut diambil menyusul kejadian berulang. Dalam insiden terbaru, dua unit tongkang dilaporkan kembali menyenggol kaki jembatan dan menimbulkan dampak hingga ke permukiman warga di sekitar lokasi.
General Manager Pelindo Regional 4 Samarinda, Captain Suparman, mengatakan pihaknya segera menjalin komunikasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan terkait agar penanganan berjalan aman dan terkoordinasi.
“Fokus utama kami adalah memastikan stabilitas struktur jembatan, pengamanan jalur transportasi Sungai Mahakam, serta mencegah risiko lanjutan akibat posisi tongkang yang tidak terkendali,” ujarnya.
Sebagai bagian dari respons darurat atas rangkaian insiden yang terjadi dalam sebulan terakhir, SPJM menyiagakan dan mengoptimalkan armada kapal tunda untuk menarik serta mengendalikan tongkang bermasalah ke area labuh yang lebih aman.
Urgensi evakuasi meningkat karena insiden kali ini tidak hanya berdampak pada infrastruktur jembatan, tetapi juga merusak rumah warga di Jalan Cipto Mangunkusumo.
Sebuah tongkang dilaporkan menghantam rumah milik Ribut Waluyo, menyebabkan bagian dapur ambruk dan hanyut terbawa arus sungai bersama perabotan di dalamnya.
Pamapta I Polresta Samarinda Ipda Rifqhi Sactio membenarkan adanya laporan masyarakat terkait kejadian tersebut. Ia menyebutkan pihak kepolisian langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan pengaturan situasi.
Sinergi antara Pelindo, kepolisian, dan instansi terkait dinilai mampu meminimalisasi potensi kerugian yang lebih luas bagi masyarakat Kota Samarinda.
















