Oborkaltim.com – Menyusul kebijakan Pemerintah Pusat soal pengecer yang dibolehkan menjual LPG bersubsidi secara nasional, terjadi kelangkaan di sejumlah daerah, termasuk di Kota Samarinda.
Pihak pangkalan membantah adanya kelangkaan di Ibu Kota Kaltim. Sebab stok terhitung aman dan didistribusikan sesuai dengan jadwal. Diprediksikan, terjadi panic buying yang membuat gas melon sullit didapatkan.
DPRD Kota Samarida baru-baru ini telah memanggil Pemkot Samarinda dan sejumlah pihak terkait untuk mengurai masalah kelangkaan gas melon di Kota tepian ini.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Viktor Yuan menyebut kelangkaan LPG 3 kg harus segera diatasi. Sebab sebentar lagi akan tiba Bulan Ramadan. Harus menjadi perhatian serius.
Viktor minta agar proses distribusi dapat diperbaiki. Agar selama Ramadan, Hari Raya Idulfitri, dan seterusnya, tidak kembali terjadi kelangkaan dan menyulitkan masyarakat.
Ia mendorong agar pangkalanlah yang bertugas melakukan distribusi ke RT masing-masing. Dengan begitu gas subsidi akan tepat sasaran dan terdistribusi sesuai jumlah kuota.
“Harus diperbaiki sistem distribusinya. Jangan sampai ada celah. Sebaiknya pangkalan langsung distribusi ke RT,” katanya.
Mekanisme itu, akan sama dengan pembagian jatah beras miskin. Sehingga diterima oleh orang yang memang berhak. Menghindari distribusi tidak tepat sasaran.
Menurutnya, pihak RT yang lebih paham data warga miskin di kawasannya. Sehingga tidak ada lagi celah untuk diperjualbelikan pada masyarakat kaya dan mampu.
“Raskin aja nggak ribut-ribut seperti ini,” pungkasnya.
















