Oborkaltim.com – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalimantan Timur akan menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) secara serentak di Balikpapan pada Selasa, 8 April 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat konsolidasi organisasi partai di tingkat daerah.
Muscab tersebut akan diikuti oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dari 10 kabupaten/kota se-Kalimantan Timur dan dilaksanakan secara tatap muka.
Seluruh Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) juga turut terlibat dalam rangkaian agenda yang terintegrasi. Kegiatan ini dijadwalkan dibuka langsung oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB.
Ketua Panitia Muscab, Alauddin, menjelaskan bahwa pemusatan kegiatan di Balikpapan bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan serta memperkuat koordinasi antarstruktur partai.
“Pelaksanaan Muscab 10 kabupaten/kota ini memang terpusat di Balikpapan. Agenda utamanya adalah penetapan calon kepengurusan baru yang sebelumnya telah disepakati oleh para pengurus di masing-masing daerah,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Ia menegaskan bahwa Muscab kali ini tidak lagi menjadi ajang perdebatan panjang, melainkan forum pengesahan atas hasil konsensus yang telah dibangun sebelumnya di tingkat daerah. Dengan demikian, proses berjalan lebih efisien dan fokus pada penguatan struktur organisasi.
Dari sisi kesiapan, panitia menyatakan bahwa persiapan telah mencapai sekitar 90 persen. Berbagai aspek teknis terus difinalisasi guna memastikan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
“Kami optimistis pelaksanaan Muscab dapat berjalan sesuai rencana dan menghasilkan keputusan yang memperkuat soliditas partai,” tambah Alauddin.
Menariknya, Muscab PKB Kaltim juga dirancang sebagai ruang silaturahmi politik dengan mengundang seluruh partai politik di Kalimantan Timur. Langkah ini dinilai sebagai upaya membangun komunikasi lintas partai sekaligus menciptakan iklim demokrasi yang sehat dan kondusif di daerah.
Melalui pelaksanaan Muscab serentak ini, PKB Kaltim diharapkan mampu memperkokoh struktur organisasi, meningkatkan kohesi internal kader, serta mempersiapkan diri menghadapi berbagai agenda politik ke depan secara lebih solid dan terarah.
















