Berita  

Forum “Kaltim Menyala” Soroti Keandalan Kelistrikan dan Pemerataan Akses Energi di Kalimantan Timur

Ketua DPD Cermin Muda Kalimantan Timur, Ulul Azmi, bersama Anggota Komisi XII DPR RI Syafruddin dalam Forum "Kaltim Menyala" di Samarinda, Selasa (30/06/2026), yang membahas penguatan sistem kelistrikan di Kalimantan Timur.
banner 120x600
banner 468x60

Oborkaltim.com – Penguatan sistem kelistrikan dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menopang pembangunan Kalimantan Timur sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Di tengah meningkatnya kebutuhan energi, infrastruktur ketenagalistrikan perlu terus diperkuat agar mampu menyediakan pasokan listrik yang andal, merata, dan berkelanjutan bagi masyarakat maupun sektor usaha.

Atas dasar itu, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Cermin Muda Kalimantan Timur menggelar forum diskusi sekaligus meluncurkan kajian strategis bertajuk “Kaltim Menyala” di Samarinda, Selasa (30/6/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan Anggota DPR RI Komisi XII, Syafruddin, sebagai narasumber utama untuk membahas tantangan sektor kelistrikan di Kalimantan Timur serta menyusun rekomendasi kebijakan bagi pemerintah dan para pemangku kepentingan.

banner 325x300

Dalam paparannya, Syafruddin mengatakan sistem interkoneksi kelistrikan di Kalimantan Timur masih menghadapi tantangan, terutama pada aspek keandalan jaringan transmisi. Menurutnya, meskipun pasokan listrik saat ini berada dalam kondisi surplus, distribusi energi masih perlu diperkuat agar mampu mengantisipasi gangguan yang dapat menghambat pelayanan kepada masyarakat.

“Gangguan pada jalur transmisi utama masih berpotensi menimbulkan efek berantai yang berdampak terhadap aktivitas masyarakat maupun dunia usaha di sejumlah wilayah, seperti Samarinda, Balikpapan, dan Bontang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi oleh terbatasnya jalur transmisi alternatif dan tingginya ketergantungan sistem terhadap pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Akibatnya, ketika pembangkit utama mengalami gangguan, kapasitas cadangan belum sepenuhnya mampu menjaga stabilitas pasokan listrik sehingga berpotensi memicu pemadaman di beberapa daerah.

Sebagai langkah antisipasi, forum merekomendasikan percepatan pembangunan jaringan transmisi dengan skema Looping System pada jaringan 150 kV dan 275 kV. Selain itu, penerapan teknologi Smart Grid serta pembangunan Battery Energy Storage System (BESS) juga dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan, khususnya dalam mendukung kawasan IKN.

Tak hanya membahas aspek teknis, forum juga menyoroti pentingnya pemerataan manfaat sektor energi bagi masyarakat Kalimantan Timur. Ketua DPD Cermin Muda Kalimantan Timur, Ulul Azmi, menilai daerah penghasil sumber daya alam layak memperoleh manfaat yang lebih besar melalui kebijakan Tarif Afirmatif Daerah Penghasil. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi pemerintah untuk mengalokasikan sebagian nilai tambah sektor energi sebagai subsidi tarif listrik bagi masyarakat dan pelaku UMKM.

Ulul juga menyoroti masih terbatasnya akses listrik di sejumlah wilayah pedalaman. Hingga kini, beberapa desa di Mahakam Ulu, Kutai Barat, Kutai Timur, dan Berau masih belum menikmati layanan listrik selama 24 jam. Sebagian warga masih mengandalkan generator diesel yang membutuhkan biaya operasional tinggi dengan waktu penggunaan yang terbatas.

Menurutnya, pengembangan energi baru terbarukan (EBT) menjadi solusi jangka panjang untuk memperluas akses listrik di daerah terpencil. Potensi yang dapat dikembangkan meliputi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) komunal, pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH), hingga pemanfaatan biomassa dari limbah perkebunan yang tersedia di berbagai wilayah Kalimantan Timur.

Melalui forum tersebut, sejumlah rekomendasi strategis berhasil dirumuskan, antara lain percepatan pembangunan jaringan transmisi, peningkatan keandalan sistem kelistrikan oleh PLN, penyusunan regulasi insentif bagi pengembangan EBT oleh pemerintah daerah, serta penguatan kolaborasi pemuda dalam memetakan potensi energi terbarukan di desa-desa yang belum memperoleh layanan listrik secara optimal.

Menutup kegiatan, Ulul Azmi menyampaikan apresiasi kepada PLN atas dukungan terhadap penyelenggaraan Forum “Kaltim Menyala”. Ia berharap sinergi antara PLN, pemerintah, DPR RI, akademisi, organisasi kepemudaan, dan masyarakat terus diperkuat guna mewujudkan sistem kelistrikan yang lebih andal, merata, dan berkelanjutan dalam mendukung pembangunan Kalimantan Timur sebagai gerbang Ibu Kota Nusantara. Ia juga menegaskan komitmen DPD Cermin Muda Kalimantan Timur untuk terus mengawal kebijakan energi yang berpihak pada kepentingan masyarakat.

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *